Sejarah

Beranda / Sejarah

adalah salah satu dari 15 sekolah Indonesia di luar negeri. SIR pada hakekatnya merupakan bagian integral dari KBRI Riyadh, yang berfungsi untuk memberikan layanan pendidikan bagi putra-putri home staff maupun lokal staff serta putra-putri masyarakat Indonesia yang tinggal di Riyadh Arab Saudi. SIR didirikan pada tangga 01 Januari 1964 di Jeddah dengan nama Sekolah Indonesia Pancasila(SIP), seiring dengan perpindahan KBRI dari Jeddah ke Riyadh pada tanggal 24 September 1985 SIP terbagi menjadi dua yaitu Sekolah Indonesia Pancasila Jeddah dan Sekolah Indonesia Pancasila Riyadh, dan baru pada tanggal 02 Oktober 1985 SIP Riyadh menempati gedung sekolah untuk pertama kalinya, dan pada perkembangannya sejak tahun 1986 nama sekolah berubah menjadi Sekolah Indonesia Riyadh (SIR).

Sekolah Indonesia Riyadh menurut versi Pemerintah Arab Saudi dianggap sebagai sekolah asing (International School) karena sekolah ini dikelola oleh bangsa asing (Indonesia), diakui oleh Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia melalui Dirjen Sekolah Internasional Arab Saudi Nomor 064 J pada tanggal 14-04-1433 Hijriyah dengan nama International Indonesian School. Dengan status ini, Sekolah Indonesia Riyadh ke depan ingin menyesuaikan standar mutunya dengan sekolah-sekolah Internasional lainnya yang berada di Arab Saudi sehingga akan diperoleh output yang siap menghadapi tantangan baik di masa sekarang maupun masa yang akan datang.

Sekolah Indonesia Riyadh menyelenggarakan pendidikan mulai dari tingkat pendidikan TK, SD, SMP dan SMA dengan segala kekurangan dan keunggulannya, sama dengan sekolah-sekolah di Indonesia pada umumnya, sedangkan kekhususan yang diunggulkan SIR adalah Penguasaan komunikasi Bahasa Inggris, Bahasa Arab serta penguasaan IT yang siap dicoba setiap saat.

Dalam perkembangannya SIR mengalami naik turun dalam bidang prestasi dan reputasi sekolah, apalagi dari sisi jumlah peserta didik yang sangat bergantung kepada para pegawai KBRI dan juga orang tua WNI di Riyadh yang setiap saat mengalami exit dan permit, hal ini tidak dapat dicegah apalagi ditolak. Dari sisi guru yang mengajar multi level dan multi kelas sehingga beban tugas guru tidak ringan, namun karena tuntutan moral dan rasa tanggung jawab yang kuat semua ini dapat memotivasi tugas dan kewajibannya untuk mencerdaskan anak bangsa, sesuai dengan motto Sekolah Indonesia Riyadh siap melayani demi mencerdaskan generasi bangsa yang kita cintai bersama.

Terwujudnya Insan yang Religius, Unggul, Adaptif, Peduli, Inovatif dan Berkebhinekaan Global

  1. Mewujudkan insan yang beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia melalui keteladanan, pemahaman dan pengamalan ajaran agama secara sungguh-sungguh dan berkelanjutan.
  2. Menumbuhkembangkan insan yang sehat, cerdas, kompeten, berprestasi, dan berkarakter melalui pembelajaran berdiferensiasi dan program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
  3. Membudayakan insan yang mandiri, menguasai soft skill, ilmu pengetahuan teknologi dan seni, berjiwa wirausaha dan pembelajar sepanjang hayat melalui kegiatan pengembangan diri sesuai bakat minat yang terencana dan berkelanjutan.
  4. Membiasakan insan yang berjiwa sosial melalui sikap gotong royong, ramah, empati dan welas asih dengan cara menjalin kerjasama yang harmonis dan produktif antarwarga sekolah, masyarakat, perwakilan dan komunitas dunia.
  5. Mengembangkan insan yang berbudaya Indonesia dan berwawasan dunia melalui pengenalan dan apresiasi secara bijak budaya Indonesia dan dunia.
Kurikulum

Nasional Indonesia 

Berdiri sejak

Tahun 1964

Guru & Tendik

Profesional

Total Murid

1000+

Kurikulum

Nasional Indonesia 

Berdiri sejak

Tahun 1964

Guru & Tendik

Profesional

Total Murid

1000_