Riyadh, 2 Mei 2026 – Semangat literasi dan kreativitas mewarnai peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di Lapangan Sekolah Indonesia Riyadh (SIR), Arab Saudi. Seusai pelaksanaan upacara bendera, Sekolah Indonesia Riyadh menggelar acara peluncuran dua buku karya guru dan siswa sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya literasi yang terus berkembang di lingkungan sekolah.
Dua karya yang diluncurkan pada kesempatan tersebut adalah buku berbahasa Inggris berjudul “Tales of the Unspoken”, hasil kolaborasi antara guru Bahasa Inggris dengan siswa Kelas XI Sekolah Indonesia Riyadh, serta buku berjudul “Suara dari Langit” karya guru Bahasa Arab Sekolah Indonesia Riyadh.
Kegiatan peluncuran buku berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Acara tersebut turut dihadiri oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Riyadh, Prof. Dr. Muhammad Irfan Helmy, Lc., M.A., Kepala Sekolah Indonesia Riyadh, Nono Purnomo, S.Pd., M.Pd., serta Ketua dan jajaran Pengurus Komite Sekolah Indonesia Riyadh yang memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan budaya literasi di sekolah.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Muhammad Irfan Helmy, Lc., M.A. menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para penulis yang telah menunjukkan dedikasi dan produktivitas dalam berkarya.
“Peluncuran buku ini merupakan bukti nyata bahwa budaya literasi di Sekolah Indonesia Riyadh tumbuh dengan sangat baik. Saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para guru dan siswa yang telah melahirkan karya-karya inspiratif. Buku bukan hanya kumpulan tulisan, melainkan jejak pemikiran, refleksi pengalaman, dan warisan intelektual yang akan memberikan manfaat bagi banyak orang. Semoga karya-karya ini menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi diri,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Irfan menilai bahwa keterlibatan siswa dalam proses penulisan buku menjadi pengalaman berharga yang dapat membentuk kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kepercayaan diri mereka sebagai generasi penerus bangsa di luar negeri.
Sementara itu, Kepala Sekolah Indonesia Riyadh, Nono Purnomo, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangga atas lahirnya dua karya yang mencerminkan semangat belajar dan kolaborasi di lingkungan sekolah.
“Hari Pendidikan Nasional bukan hanya momentum untuk mengenang jasa para tokoh pendidikan, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan hasil nyata dari proses pendidikan itu sendiri. Kehadiran buku Tales of the Unspoken dan Suara dari Langit menjadi bukti bahwa guru dan siswa Sekolah Indonesia Riyadh mampu menghasilkan karya yang bernilai dan membanggakan. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi tradisi positif yang terus berkembang dari tahun ke tahun,” tuturnya.
Buku “Tales of the Unspoken” menghadirkan kumpulan kisah yang ditulis oleh 19 siswa Kelas XI bersama guru pembimbing mereka, Wilman Septiana. Setiap cerita mengeksplorasi pengalaman, refleksi, serta pandangan para penulis yang dipengaruhi oleh keragaman latar belakang budaya dan kehidupan mereka sebagai pelajar Indonesia yang tumbuh di lingkungan internasional.
Mewakili tim penulis, Wilman Septiana mengungkapkan bahwa buku tersebut lahir dari keinginan untuk memberikan ruang bagi siswa dalam menyuarakan pemikiran dan pengalaman mereka melalui karya sastra berbahasa Inggris.
“Buku ini merupakan wadah bagi para siswa untuk mengekspresikan ide, pengalaman, dan imajinasi mereka. Saya merasa bangga karena mereka berani menuangkan hasil pembelajaran mereka ke dalam cerita-cerita yang sarat makna dan nilai kehidupan. Proses penulisan ini juga menjadi pembelajaran yang sangat berharga tentang kolaborasi, kreativitas, dan keberanian menyampaikan suara mereka kepada dunia,” kata Wilman.
Salah satu penulis sekaligus Ketua OSIS Sekolah Indonesia Riyadh, M. Irsyad El Haris, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari proyek literasi tersebut.
“Menjadi salah satu penulis dalam buku ini adalah pengalaman yang luar biasa. Kami belajar bahwa setiap orang memiliki cerita yang layak untuk didengar. Melalui buku ini, kami ingin menunjukkan bahwa siswa juga mampu menghasilkan karya yang bermakna dan memberikan inspirasi kepada orang lain,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, guru Bahasa Arab SIR, Budi Marta Saudin, juga memperkenalkan buku karyanya yang berjudul “Suara dari Langit”. Buku tersebut berisi refleksi, nilai-nilai kehidupan, serta pesan-pesan inspiratif yang diharapkan dapat menjadi sumber motivasi bagi para pembacanya.
“Saya percaya bahwa setiap pengalaman hidup mengandung hikmah yang dapat dipetik dan dibagikan kepada orang lain. Melalui Suara dari Langit, saya berusaha menyampaikan berbagai refleksi yang semoga dapat menguatkan, menginspirasi, dan memberikan perspektif baru bagi para pembaca,” ungkap Budi Marta Saudin.
Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi para penulis dalam pengembangan budaya literasi sekolah, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Riyadh bersama Kepala Sekolah Indonesia Riyadh menyerahkan piagam apresiasi kepada para penulis yang terlibat dalam kedua karya tersebut. Prosesi penyerahan penghargaan turut disaksikan oleh personil Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya (Pensosbud) KBRI Riyadh, Ketua dan Pengurus Komite Sekolah Indonesia Riyadh, guru, siswa, serta orang tua yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Peluncuran kedua buku ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang memperkaya peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Sekolah Indonesia Riyadh. Selain menjadi simbol keberhasilan program literasi sekolah, kegiatan ini juga menegaskan komitmen SIR dalam mendorong lahirnya generasi pembelajar yang kreatif, kritis, dan produktif dalam berkarya.
Dengan semangat “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, Sekolah Indonesia Riyadh terus berupaya menjadikan literasi sebagai budaya yang hidup dan berkembang, tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari seluruh warga sekolah.
Foto 1 dan 2:
Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Riyadh, Kepala Sekolah Indonesia Riyadh, Ketua Komite Sekolah, guru, dan siswa berfoto bersama usai peluncuran dua buku karya guru dan siswa dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 di Lapangan Sekolah Indonesia Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (2/5/2026).
