Pada Senin, 9 Maret 2026, kegiatan pembinaan bagi guru dan tenaga kependidikan dilaksanakan di ruang serba guna Sekolah Indonesia Riyadh. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Irfan, Atase Pendidikan dan Kebudayaan pada Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh, yang memberikan arahan dan penguatan bagi seluruh GTK sekolah.

Dalam pembinaannya, Prof. Irfan menyampaikan lima poin utama yang menjadi perhatian bagi Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN). Poin pertama adalah Education for All, yaitu komitmen untuk memastikan bahwa setiap warga negara Indonesia di luar negeri tetap mendapatkan akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas.

Poin kedua adalah Second Track for Diplomacy, di mana keberadaan sekolah Indonesia di luar negeri tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga dapat menjadi sarana diplomasi budaya dan pendidikan yang memperkuat hubungan antarbangsa.
Poin ketiga adalah pentingnya menyelenggarakan pendidikan yang bermutu, dengan memastikan proses pembelajaran berjalan efektif, inovatif, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik.
Selanjutnya, poin keempat menekankan peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan (GTK) agar mampu mengikuti perkembangan zaman serta memberikan layanan pendidikan yang profesional.
Poin kelima adalah penguatan kemitraan sekolah dengan berbagai pihak, baik dengan lembaga pendidikan lain baik Indonesia maupun sekolah asing, komunitas masyarakat Indonesia di luar negeri, maupun mitra strategis lainnya guna mendukung pengembangan sekolah.

Kegiatan pembinaan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan diakhiri dengan rangkaian kegiatan Ramadan bersama. Acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama, kemudian dilaksanakan salat Magrib dan Isya berjemaah. Pada kesempatan tersebut, Prof. Irfan berkenan menjadi imam salat Magrib dan Isya. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan salat Tarawih berjemaah yang dipimpin oleh Ustaz Budi sebagai imam.
Melalui kegiatan pembinaan ini diharapkan seluruh guru dan tenaga kependidikan di Sekolah Indonesia Riyadh semakin termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta memperkuat peran sekolah sebagai pusat pendidikan sekaligus duta budaya Indonesia di luar negeri. (ME)












